Sekretariat RAN-GRK Selenggarakan Workshop Nasional Kaji Ulang RAD-GRK dan Percepatan Laporan PEP RAD-GRK 2016

SEKRETARIAT RAN-GRK SELENGGARAKAN WORKSHOP NASIONAL KAJI ULANG RAD-GRK DAN PERCEPATAN LAPORAN PEP RAD-GRK 2016

Sanur, Denpasar - Upaya-upaya penurunan emisi GRK di Indonesia tentunya harus sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan komitmen pemerintah Indonesia yang tertuang dalam Nawacita dan RPJMN 2015-2019. Pencapaian target-target pembangunan baik dibidang ekonomi, sosial dan lingkungan termasuk penurunan emisi GRK harus dapat dicapai secara bersama sehingga pembangunan nasional dapat diwujudkan secara utuh dan tepat sasaran. demikian sambutan Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas yang disampaikan oleh Direktur Lingkungan Hidup, Ir. Medrilzam, M.Prof. Econ, Ph.D, pada pembukaan Workshop Nasional tindak Lanjut Kaji Ulang RAD-GRK dan Percepatan Laporan PEP RAD-GRK 2016, di Hotel Sanur Paradise Plaza, Bali (8/5) lalu. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 8 – 10 Mei 2017 dihadiri oleh beberapa kementerian diantaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, perwakilan Pokja RAD-GRK dari 30 provinsi dan Mitra Pembangunan diantaranya GIZ PAKLIM, GIZ LAMA-I, GIZ SUTRINAMA, ICRAF dan ICED-USAID.

Sampai dengan akhir Maret 2017, kementerian teknis, pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat telah menyusun dan mengimplementasikan RAN-GRK serta RAD-GRK dengan dukungan APBN, APBD, swasta dan masyarakat serta dukungan internasional yang bersifat bilateral dan multilateral. Telah banyak keluaran yang dihasilkan dan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian target pembangunan maupun upaya penurunan emisi GRK. Untuk mendukung hal tersebut, tentunya perlu juga dilakukan upaya pemantauan dan evaluasi secara lebih baik dan kontinu sehingga hasil pemantauan dan evaluasi dapat memberikan umpan balik dalam memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan RAN-GRK dan RAD-GRK di masa yang akan datang.

Menurut Kepala Sub Direktorat Kualitas Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Sudhiani Pratiwi, tujuan dari kegiatan ini antara lain perhitungan BAU/baseline, target penurunan emisi GRK bidang berbasis lahan, energi dan pengelolaan limbah, pengarusutamaan rencana kegiatan aksi mitigasi ke dalam RPJMD dan rencana strategis daerah serta mekanisme Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan (PEP) RAD-GRK dan menyelesaikan input data PEP tahun 2016 secara online.

Diharapkan melalui kegiatan ini peserta dapat membangun persepsi dan pemahaman yang sama mengenai pencapaian target penurunan GRK di Indonesia serta menyelesaikan input data PEP tahun 2016 secara online. Persepsi dan pemahaman yang sama menjadi landasan penting, selain kualitas dan validitas data yang dimasukkan dalam PEP. Demikian harapan Kepala Sekretariat RAN-GRK, Atjeng Kadaryana.

Pada penutupan acara Direktur Lingkungan Hidup menyerahkan penghargaan  terhadap provinsi terbaik di masing-masing bidang antara lain bidang lahan dan kehutanan diraih Provinsi Sumatera Selatan, bidang pertanian diraih Provinsi Banten, bidang energi diraih Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua memperoleh dua penghargaan di bidang pengelolaan limbah serta menjadi juara umum tahun ini. (SekRAN-GRK)